Rabu, 10 Juni 2009


Jaringan Lan komputer jurusan sosek, fakultas pertanian universitas lampung

Jumat, 05 Juni 2009


nie Aq erna, yach meskipun jelek fotonya. tapi g lho Hatinya.. he he
aq Hnaya lah seorang yang biasa, tapi q mempunyai cita-cita untuk menjadi SeOrang Ynag LuaR biasa. yang pegen selalu buat orang lain tersenyum pada Qu....:-(
sahabat jika tidak suka sama erna Mohon dimaffkan Ya? n jgan lupa ditegur bila salah....
Pgen tau Q dimana alamat Rumah Qu....
Di Way kanan City. ho ho
pengen tau g siapa ukhti ini????? penasaran!!!!!!!

Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan
dan menjengkelkan, tetapi itulah yang membuat persahabatan
mempunyai nilai yang indah.


Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi
persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan
bertumbuh bersama karenanya…


Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi
membutuhkan proses yang panjang seperti besi menajamkanbesi,
demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya. Persahabatan
diwarnai dengan berbagai pengalaman suka dan duka, dihibur-disakiti,
diperhatikan-dikecewakan, didengar-diabaikan, dibantu-ditolak,
namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan
dengan tujuan kebencian.

Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan
untuk menghindari perselisihan, justru karena kasihnya
ia memberanikan diri menegur apa adanya.

Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman,
tetapi menyatakan apa yang amat menyakitkan
dengan tujuan sahabatnya mau berubah.

Inngggggoooonnggg??????

penasaran????

cuyis namenye? dia baik lho, perhatian n wongw nerimoan meneh?

tapi lek lagi marah! uh serem. ho ho ho

tapi beneran ko temen, dia baik hati lembut, n selalu berbuat baik ma orang lain.

Kamis, 04 Juni 2009


temen dalam hidup adakalanya banyak sekali hal-hal baru yang belum kita ketahui sebelumnya, banyak sekali kejadian yang kadang kita tak tau, hidup selalu mengajari kita akan makna selalu bersyukur atas apa saja yang telah Alloh berikan kepada kita.
Temen ini adalah mbk Q, cantikkan??????? ho ho ho
mbk Q yang sangat baik, dan selalu memberikan semangat dalam segala hal. yang selalu mengingatkan aq dan selalu memeberikan warna dalam setiap hari-hari Q. makasih mbk ya mudah-mudahan apa yang telah diberikan selamai ini bisa Qa kenamg selalau.....
Semanagt!!! Mudah-mudahan cepat Wisuda :)-















salah satu hal yang paling saya syukuri dalam hidup ini adalah memiliki
begitu banyak sahabat. Mungkin terkesan amat klise namun ijinkanlah saya
berbagai cerita tentang pengaruh para sahabat saya.

Mereka tidak hanya membuat saya makin baik dari hari ke hari tetapi
senantiasa menyemangati saya ketika saya sedang patah semangat. Tak
terbayangkan apa jadinya hidup ini tanpa mereka. Saat-saat senang, bisa kami
nikmati bersama sehingga kegembiraan itu berlipat ganda nilainya. Begitu pun
saat-saat susah, kami saling berbagi, saling memberi semangat dan saling
mendoakan sehingga beban hidup pun berkurang beratnya.

Sahabat-sahabat saya sangat mempengaruhi pola pikir saya. Sebagian dari
mereka bahkan usianya jauh di atas saya. Itulah yang terkadang membuat
sebagian orang terkadang mencap saya terlalu cepat dewasa.

Bagi saya, itu sah-sah saja. "Lagipula tak ada salahnya kita lebih cepat
dewasa daripada terlambat dewasa," begitu nasihat seorang sahabat saya.

Sahabat-sahabat saya membuat saya lebih bergairah dalam mengarungi hidup
ini. Jelas sekali bagi saya kalau kesuksesan hidup sangat tergantung pada
bantuan dan dukungan orang lain, terutama mereka yang paling dekat dengan
kita (baca: sahabat). Itulah sebabnya pakar hubungan antar manusia, Les
Giblin pernah mengatakan 90 persen kegagagalan dalam kehidupan seseorang
adalah karena gagal dalam membina hubungan baik dengan orang lain. Sebuah
penelitian bahkan mengatakan kalau kesuksesan seorang salesman 85 persen
ditentukan oleh kemampuan berhubungan baik dengan orang lain ( people
knowledge) dan hanya 15 persen ditentukan oleh pengetahuan tentang produk
(product knowledge).

Meski pun hampir semua dari kita menyadari bahwa kita perlu orang lain toh
tetap saja terkadang kita bertingkah sebaliknya. Tampaknya benar bahwa
setiap manusia cenderung egois, lebih tertarik kepada dirinya sendiri
dibandingkan orang lain. Setiap orang ingin merasa dirinya penting, berharga
dan punya nilai. Inilah yang membuat kita terkadang susah membina sebuah
persahabatan. Tidak berlebihan kiranya kalau mentor saya, Pak Andrie Wongso
pernah berpesan, "Salah satu hal yang paling sulit dilakukan adalah merendah
di hadapan orang lain." Ya, kerendahan hati seolah menjadi "barang langka".

Ada sebuah pepatah bijak yang kiranya bisa menjadi acuan bagaimana kita bisa
membina hubungan baik dengan orang lain: Aku pergi keluar mencari sahabat,
tak kutemukan satu pun. Aku pergi keluar untuk menjadi sahabat, kutemukan
sahabat di mana-mana. Ya, cara mencari sahabat adalah dengan menjadi sahabat
terlebih dahulu bagi orang lain. Belajarlah menghargai orang lain dan
memahami sudut pandangnya.

Buatlah orang lain merasa nyaman ketika berada dekat kita. Salah satu cara
yang paling efektif adalah dengan belajar mendengarkan. Mendengarkan tidak
sama dengan mendengar. Mendengar hanya membutuhkan telinga tetapi
mendengarkan membutuhkan telinga, hati dan pikiran. Dale Carnegie bahkan
menegaskan, "Anda bisa memiliki lebih banyak teman dalam waktu 2 minggu
dengan menjadi pendengar yang baik daripada 2 tahun dengan berusaha membuat
orang lain tertarik kepada Anda." Itulah sebabnya Frank Tyger menyatakan
kalau persahabatan sejati terdiri dari telinga yang mau mendengarkan, hati
yang mau memahami dan tangan yang siap menolong. Terkadang saya berpikir,
kalau dalam hidup ini kita mau belajar untuk saling mendengarkan rasanya
jumlah konflik bisa kita minimalisir.

Hal yang juga penting dalam membangun sebuah persahabatan adalah ketulusan.
Berbuat baiklah kepada orang lain semata-mata karena ia adalah manusia.
Bukan karena kita mengharapkan sesuatu darinya.

Ketulusan memang sulit dibuktikan. Ia biasanya hanya akan terlihat seiring
perjalanan waktu. Bahkan kerap terbukti ketika yang bersangkutan telah
tiada.

Ketulusan memang lebih mudah diucapkan dan dituliskan daripada dipraktekkan
sebab ia berasal dari lubuk hati yang paling dalam, yang hanya memberi dan
tak pernah berharap akan mendapatkan balasan. Sesungguhnya, dalam sebuah
hubungan hanya ada 2 aktivitas utama: mengambil atau memberi ( take or
give). Kalau kita senantiasa memberi –apalagi dengan penuh ketulusan- cepat
atau lambat kita akan menerima balasannya meski kita sendiri barangkali
tidak pernah mengharapkannya. Itu hukum mutlak yang sulit dibantah!

Pemberian yang saya maksudkan di sini tidak hanya berupa materi. Kita bisa
memberi waktu, perhatian bahkan senyuman kepada orang lain. Seorang sahabat
malah berujar kalau senyuman adalah lengkungan kecil yang bisa meluruskan
banyak hal. Senyuman bisa seketika mencairkan hubungan yang beku. Lagipula
untuk tersenyum kita hanya memerlukan 14 otot dibandingkan untuk cemberut
yang membutuhkan 72 otot.

Jika ketulusan masih sulit untuk dipraktekkan, coba hayati nasihat dari
seorang Mahaguru Kebenaran, "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang
perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka." Kalau kita ingin
orang berlaku jujur terhadap kita, hendaklah kita yang mulai berlaku jujur
terhadap mereka.

Selanjutnya, belajarlah menerima perbedaan yang ada. Jangan memaksakan orang
lain menjadi seperti kita. Ingatlah bahwa setiap manusia adalah unik. Dan,
seperti kata Henry Ford, "Sahabat terbaik saya adalah orang yang dapat
membuat saya menjadi yang terbaik". Bukan menjadi seperti dirinya!

Richard Exley pernah menulis sebuah syair indah mengenai persahabatan.
"Sahabat sejati adalah orang yang mendengar dan memahami saat Anda
membagikan perasaan Anda yang terdalam. Dia mendukung pada saat Anda
berjuang; mengoreksi dengan lembut dan penuh kasih pada saat Anda berbuat
salah; serta mengampuni pada saat Anda gagal. Seorang sahabat sejati
mendorong Anda bertumbuh menuju potensi maksimal Anda. Dan yang paling
mencengangkan, dia merayakan keberhasilan Anda seperti keberhasilannya
sendiri," kata Richard.

Ya, kehadiran sahabat akan membuat hidup kita makin bernilai. Terkadang,
tanpa disadari, kita telah memiliki semacam jaringan persahabatan yang kalau
terus-menerus kita bangun jaringan ini akan semakin bertambah luas dan kuat.
Bahkan, bukan tidak mungkin ini akan bisa menjadi sebuah jaringan bisnis
yang kokoh di kemudian hari.

Berapa Malaikat Yang Kau Temui Hari Ini????

Ya berapa malaikat yang sudah kau temui hari ini?
Atau hari kemarin?
Di dalam perjalananmu menuju tempat kerja?
Atau dalam perjalananmu menuju ke rumah kembali?
Berapa?

Bahkan itu di rumahmu sendiri.
Berapa malaikat yang kau temui?

Tidak ada?
Tidak mungkin! Siapa bilang? Smile

Mari kita ingat-ingat lagi...

Mungkin dia yang membuatmu marah-marah karena
membuatmu terbangun di tengah malam buta. Membuatmu
terjaga dengan tangisan. Dan kau hanya berkata dengan
bersungut-sungut, "Anak siapa sih? Rese amat
malem-malem nangis. Berisik!"

Padahal mungkin ia membangunkanmu untuk sesuatu hal
bermanfaat yang bisa kau lakukan di tengah malam itu.

Mungkin dia yang membuatmu sewot, ketika kau
bertabrakan badan di jalan sehingga membuatmu
terjatuh. Dan kau menjadi sedikit sakit dan malu. Dan
kau membentaknya dengan ucapan, "Pake mata dong kalo
jalan!"
Padahal mungkin ia mengajakmu untuk berlatih bersabar
dan malahan justru jika ia tidak menabrakmu kau akan
sedetik lebih cepat dan mungkin ceritanya akan
berbeda. Tertabrak mobil barangkali.

Mungkin dia yang membuatmu berpikir buruk, sebab
setiap hari ia selalu menengadahkan tangan padamu
dengan pakaian compang-camping dan baju dekilnya.
Sehingga membuat ini terbersit di pikiranmu, "Males
amat sih ini orang. Badan masih seger gitu loh?"
Padahal mungkin ia mengajakmu untuk berpikir positif
dan lebih bermurah rejeki, setidaknya bermurah senyum.

Ya. Cobalah ingat-ingat lagi. Berapa kali dalam sehari
kau membentak, menghardik, membenci, berprasangka,
mencibir, memaki orang lain?

Berapa kali?

Sebab mungkin sebanyak itu pulalah kau berlaku tidak
sepantasnya pada malaikat.

Senyumlah setiap hari pada siapapun yang kau jumpai.
Berpikirlah positif pada setiap orang yang kau temui.
Perlakukanlah orang lain dengan cara yang sama seperti
kau mengharapkan orang lain memperlakukanmu. Tuhan
selalu "bekerja" dengan cara yang misterius.
Maka, selalu lah peka dalam menyikapi semua ini. Smile


Senin, 06 April 2009

Persahabatan

"sahabat"
Qta sering membaca Al-Qur'an tapi mengapa tingkah laku kita tidak pernah kita selaraskan denganNya???
Qta mengetahui tingkah laku setan adalah tercela, tapi mengapa kita sering mengikuti lankahnya???

Qta sering mengucapkan cinta kepada Rosulluloh Saw, tapi mengapa kita tak pernah mengikuti tingkah lakunya??

Qta menginginkan surganya tapi mengapa kita tidak mau bermujahadah di jalanNya
ketahuilah Qta sering disibukkan dengan kesalahan orang lain, tanpa mengintropeksi diri kita sendiri

manusia yang beruntung adalah yang mengerti islam secara keseluruhan.
kerahuilah, mujahaddah yang paling besar adalah mengerti dan mengamalkannya..

Semangat Teman-teman!!!!!!! ayo kita perbaiki diri kita agar menjadi orang-ornag yang beruntung dan didambakan SURGANYA